Halmahera Selatan – Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Halmahera Selatan untuk menangani persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Program Saruma Cerdas, yang mengusung pendekatan Kurikulum Adaptif.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menekan angka ATS di Kabupaten Halmahera Selatan, yang merupakan wilayah kepulauan terluas di Provinsi Maluku Utara. Kondisi geografis, keterbatasan akses pendidikan, faktor ekonomi, hingga tingginya angka putus sekolah menjadi tantangan yang harus diatasi secara bersama.

Sebagai bentuk komitmen, Dinas Pendidikan dan BAZNAS telah menyepakati dukungan terhadap implementasi Program Saruma Cerdas, termasuk pemenuhan kebutuhan pendukung di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pelaksanaan program.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan Siti Khodijah M. Ag, mengatakan, penanganan anak putus sekolah memerlukan pendekatan yang berbeda dengan pendidikan reguler.

“Anak-anak ATS memiliki latar belakang yang beragam. Ada yang sudah bekerja membantu orang tua, ada pula yang tertinggal pelajaran selama bertahun-tahun. Jika langsung mengikuti kurikulum reguler, mereka akan kesulitan beradaptasi dan berpotensi kembali putus sekolah. Karena itu, kami menerapkan Kurikulum Adaptif agar proses belajar lebih sesuai dengan kondisi mereka,” ujarnya. (18/7/2026)

Ia menjelaskan, Kurikulum Adaptif dirancang lebih fleksibel, baik dari sisi waktu maupun metode pembelajaran. Jadwal belajar dapat disesuaikan, termasuk dilaksanakan pada sore atau malam hari. Materi pembelajaran difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, kecakapan hidup (life skill), serta keterampilan kerja.

Selain itu, peserta didik akan mengikuti pembelajaran Paket A, Paket B, dan Paket C melalui modul yang lebih ringkas dan efektif, disertai pendampingan karakter untuk membangun motivasi belajar serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Halmahera Selatan, Muhammad Ratuela, S.AP, menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas BAZNAS yang dapat didukung melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat.

“Tugas kami bukan hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga berkontribusi memutus rantai kemiskinan. Salah satu caranya adalah membantu anak-anak yang putus sekolah agar kembali memperoleh hak pendidikannya. Melalui Program Saruma Cerdas, BAZNAS siap menjadi mitra Dinas Pendidikan, baik dalam aspek pendanaan maupun pendampingan,” katanya. (Shain)