HALMAHERA SELATAN – Keluarga Besar Tobelo-Galela (Togale) di Kabupaten Halmahera Selatan mengecam keras beredarnya konten media sosial TikTok yang diduga mengandung unsur pelecehan dan penghinaan terhadap Tarian Cakalele, salah satu simbol budaya dan identitas masyarakat Tobelo-Galela di Maluku Utara.
Konten tersebut diketahui diunggah melalui akun TikTok “@clipernew891” yang diduga dimiliki atau dikelola oleh seseorang bernama “Angga Darmawan”. (23/5/2026)
Video yang dipersoalkan terdiri dari dua unggahan dengan durasi berbeda, yakni video pertama berdurasi sekitar “1 menit 18 detik” dan video kedua berdurasi sekitar “46 detik”.
Kedua video tersebut kemudian memicu reaksi keras dari masyarakat Tobelo-Galela karena diduga memuat adegan, narasi, maupun ekspresi yang dinilai merendahkan dan menjadikan Tarian Cakalele sebagai bahan candaan di ruang publik.
Padahal, bagi masyarakat Togale, Cakalele bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol kehormatan, sejarah perjuangan, keberanian, serta penghormatan terhadap leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Hukum IKA TOGALE Kabupaten Halmahera Selatan, Suwarjono Buturu, S.H., M.H., menyatakan pihaknya mengutuk keras segala bentuk tindakan yang diduga merendahkan budaya dan adat istiadat masyarakat Tobelo-Galela.Menurutnya, jika dugaan penghinaan tersebut terbukti, maka tindakan itu tidak hanya melukai perasaan masyarakat Togale, tetapi juga mencederai nilai-nilai kebudayaan yang selama ini dijaga dan dihormati oleh masyarakat Maluku Utara.
“Kami mengecam keras apabila benar terdapat unsur penghinaan maupun pelecehan terhadap Tarian Cakalele dalam konten tersebut. Budaya bukan objek untuk dipermainkan, direndahkan, ataupun dijadikan bahan candaan demi mengejar popularitas dan konten media sosial,” tegas Suwarjono.
Ia mengatakan, masyarakat Tobelo-Galela selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai persaudaraan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Karena itu, setiap tindakan yang berpotensi merendahkan identitas budaya suatu suku dinilai dapat mengganggu keharmonisan sosial dan memicu ketersinggungan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, IKA TOGALE Halmahera Selatan memberikan ultimatum kepada pemilik akun TikTok tersebut untuk segera menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Tobelo-Galela apabila terbukti terdapat unsur penghinaan dalam video yang telah beredar luas tersebut.
“Kami masih mengedepankan penyelesaian secara bijaksana dan bermartabat. Namun perlu ditegaskan bahwa masyarakat Tobelo-Galela memiliki hak untuk membela kehormatan adat, budaya, dan identitas leluhurnya dari segala bentuk tindakan yang dianggap merendahkan atau melecehkan,” ujarnya.
Suwarjono menambahkan, apabila tidak terdapat itikad baik dari pihak yang bersangkutan, maka keluarga besar Togale bersama IKA TOGALE akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk melayangkan somasi resmi sebagai bentuk keberatan terhadap konten yang dinilai telah mencederai marwah budaya masyarakat Tobelo-Galela.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial seharusnya menjadi sarana edukasi serta pelestarian budaya daerah, bukan justru dimanfaatkan untuk membuat konten yang berpotensi merendahkan warisan budaya suatu suku.
“Kami mengingatkan kepada seluruh pengguna media sosial agar lebih bijak dalam membuat maupun menyebarluaskan konten yang berkaitan dengan adat dan budaya. Kebebasan berekspresi tidak boleh digunakan untuk merendahkan identitas budaya masyarakat lain,” katanya.
IKA TOGALE juga mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara untuk bersama-sama menjaga, menghormati, dan melestarikan warisan budaya daerah dari berbagai bentuk pelecehan maupun penghinaan yang berpotensi memecah persatuan dan kerukunan masyarakat.”Bagi masyarakat Togale, Cakalele adalah simbol kehormatan dan jati diri.
Di dalamnya terdapat sejarah perjuangan, nilai keberanian, persatuan, serta penghormatan kepada leluhur. Karena itu kami tidak akan tinggal diam apabila ada pihak yang diduga merendahkan atau melecehkan simbol budaya tersebut,” pungkas Suwarjono.
Sikap tegas IKA TOGALE Halmahera Selatan menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Tobelo-Galela berkomitmen menjaga marwah budaya leluhur dari segala bentuk tindakan yang dianggap mencederai kehormatan adat dan identitas budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi di Maluku Utara. (Red)


Tinggalkan Balasan